Archive for January, 2009

Ungkapan di atas muncul melalui inspirasi dari buku Inside Out karya Dr. Larry Crabb yang intinya menceritakan bahwa suatu perubahan adalah dimulai dari dalam (inside) dan ke luar (out). Jikalau berbicara tentang perubahan yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam diri orang percaya, maka perubahan tersebut hampir selalu menyangkut perubahan inside, namun berdampak atau dapat dilihat dari outside-nya. Tetapi jikalau kita melihat fenomena pertumbuhan gereja saat ini, kita akan dibuat kagum dengan pola pertumbuhan yang mengutamakan aspek outside namun seringkali melupakan pertumbuhan inside-nya. Pertumbuhan rohani memang dapat dimanipulasi ketika kita menampilkan banyak aspek lahiriah kita untuk menunjukkan “how spiritual we are…” Ini semua acapkali coba ditunjukkan dengan seberapa megah kita dapat membangun gedung gereja, seberapa besar jangkauan pelayanan kita, dari desa ke kota atau manca negara, dan adakalanya dilihat dari seberapa penuh tempat parkir gereja setiap minggunya.

Namun ekstrim sebaliknya, bahwa banyak orang mengatakan bertumbuh secara spritual, tetapi menjadi pertanyaan adalah mengapa tidak ada dampak sosial yang dihasilkannya? Mengapa telah sekian lama kita menjadi orang percaya tetapi, tidak pernah menghasilkan buah yang nyata menyangkut aspek sosial, kemasyarakatan? Pertanyaannya, apanya yang berubah, apanya yang bertumbuh jikalau semuanya itu tidak pernah menyentuh aspek perubahan karakter atau inside-nya? Tuhan Yesus dalam suatu perjalanan misi-Nya pernah bertemu dengan seorang Perempuan Samaria dalam Yohanes 4. Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria yang notabene memiliki empat mantan suami, berakhir kepada adanya suatu perubahan karakter dari Perempuan Samaria tersebut ke arah 180º. Dan sebagai bukti dari perubahan inside-nya, ia kini menjadi seorang saksi bagi komunitasnya, dimana ia menyaksikan bahwa Yesus yang ia jumpai itu adalah Mesias, Juru Selamat dunia. Kisah itu berakhir dengan konfirmasi iman Orang Samaria secara komunal dimana mereka mengakui Yesus sebagai Juru Selamat dunia.

Kerinduan untuk melihat adanya suatu moment perubahan yang seperti inilah maka GKMI Koinonia yang mayoritas jemaatnya adalah kaum muda merasa perlu untuk menggumuli motto gereja ini supaya setiap jemaat benar-benar rindu untuk menggumuli arti sebuah perubahan karakter/ pertumbuhan dari dalam yang berdampak pada perubahan pola hidup yang menjangkau orang lain. Inilah suatu pola hidup yang diajarkan Yesus dalam Yohanes 15, dimana jikalau seseorang tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam dia, maka ia akan bertumbuh serta pada akhirnya menghasilkan buah-buah yang nyata dalam kehidupannya. Oleh sebab itu melalui kesempatan kali ini, kami segenap Pengurus GKMI Koinonia, Gembala Jemaat, ingin mengundang rekan-rekan muda sekalian dimanapun berada, let’s grow from the inside and reach outside. It’s all about Him.