Kasih dalam ruang hati manusia…
Allah itu kasih, maka hiduplah bagi cinta kasih-Nya. Itulah sepenggal kalimat sering diungkapkan ketika seseorang berbicara tentang kasih. Apa itu kasih? Kalau melirik uraian makna “kasih” dalam 1 Korintus 13.4-8, kita tentu bisa memahami bagaimana kasih itu seharusnya ditunjukkan oleh setiap orang yang mengenal Allah kepada sesama manusia. Di sisi lain, mengerti kasih itu juga berarti kita telah mengalami bagaimana kasih itu bekerja dalam diri kita. Pendeknya, sebelum kita mengabarkan, apa itu kasih, kita telah lebih dahulu mengalami kasih itu sendiri.

Bila kita membaca surat Kolose, yang ditulis oleh rasul Paulus kepada saudara-saudara yang kudus dan percaya di Kolose, kita melihat pasal 3 didahului dengan uraian Paulus mengenai kepenuhan hidup di dalam Kristus sebagai manusia baru. Dikatakan dalam pasal 2 ayat 6-7 demikian : “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu…” Ada suatu pola yang jelas, di mana setiap orang percaya dilahir-barukan oleh Roh Kudus dan hidup sepenuhnya bagi Allah. Hidup yang tetap, berakar, dibangun, dan bertambah teguh di dalam Allah. Hal ini berarti kehidupan spiritualitas kita mengalami kepenuhan di dalam Allah!

Kepenuhan di dalam Allah yang adalah kasih, menuntun setiap orang percaya untuk mengekspresikan “kasih” yang baru itu di dalam kehidupannya sesehari. Bagaimana mengekspresikan kasih itu? Mari kita simak pasal 3 ayat 12-14 : “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain, apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat juga demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Tentu, kita mengerti apa itu belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Kelima hal ini menjadi dasar kita untuk mengekspresikan kasih kita pada sesama.

Mari kita belajar mengekspresikan kasih kita pada sesama. Tuhan menyertai kita sekalian.

(Disarikan dari khotbah Ev. Andi OS, M.Div.)

Tags: , ,

Leave a Reply