“Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” (I Kor 3:11)

Berbicara tentang gereja dan bagaimana bergereja adalah topik yang senantiasa relevan dan hangat, mengapa? Karena gereja adalah persekutuan umat Allah yang dipanggil untuk ber“ada” di tengah-tengah dunia yang kontemporer, berubah dan memiliki masalah-masalah berkaitan dengan kini dan di sini. Bagaimana mencari keseimbangan antara memahami rencana Allah bagi gerejaNya dengan memahami konteks kekinian di mana gereja itu sekarang ada? Pergumulan-pergumulan antara memahami kehendak Allah yang kekal dengan melihat realitas dunia yang global, dimana krisis ekonomi mengguncang, bencana alam datang silih berganti, realita ketidakadilan, kemiskinan dan dunia yang dipenuhi dengan ancaman, ketakutan dan ketiadaan harapan, senantiasa menantang gereja Tuhan untuk mempertanyakan ulang, misi dan aktualisasi dirinya bagi dunia di sekitarnya. Pergumulan inilah yang kami, jemaat GKMI Koinonia (cabang PIPKA) alami sejauh ini.

Jemaat GKMI Koinonia yang dirintis alm. Pdt. Andreas Setiawan hadir di tengah-tengah konteks kota metropolis Surabaya yang majemuk, dinamis dan multikultural, menantang kami untuk menggumuli visi dan misi gereja yang relevant dan up to date. Beberapa tahun ini kami terus berusaha mengejawantahkan misi ke dalam aksi yaitu “A Growing, Caring and Reaching Community”. Bagaimana menjadi sebuah komunitas yang bertumbuh ke arah Kristus, saling peduli satu sama lain dan menjangkau sesama/melakukan misi yang relevan? Kami dibukakan bahwa inti dari gereja adalah orang-orang yang mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (bnd. Matius 16:16). Artinya dasar gereja yang sejati adalah pengakuan percaya kepada Kedaulatan Allah yang dinyatakan di dalam Karya Agung Salib dimana Kristus mendedikasikan hidupNya secara total kepada Sang Bapa, demi memenuhi keadilan sekaligus menyatakan kasihNya yang sempurna. Artinya setiap orang yang tergabung di dalam gereja adalah orang-orang yang sudah mengalami karya penebusan Kristus dengan mengalami perubahan pola pikir, bertobat dari cara hidup yang lama, dan memiliki relasi yang dekat dengan Allah Sebagai Bapa, memiliki Christ-centered character dan menggunakan karunia-karunia Roh Kudus demi pembangunan Tubuh Kristus atau gerejaNya.

Jika demikian apakah misi gereja yang sesungguhnya? Misi gereja yang sejati adalah “bagaimana menghadirkan atmosfir Ke-Rajaan Allah di tengah-tengah dunia ini.” Melalui proklamasi, dan representasi kehadiran Allah melalui kehidupan kita sebagai gerejaNya, atau tubuhNya. Oleh sebab itu gereja adalah kita, umat Allah, gereja adalah kita masing-masing jemaat di tengah-tengah realitas kehidupan kita baik di kantor, di rumah tangga, di sudut-sudut jalan, di dalam masyarakat, di Surabaya, Jawa Timur atau Indonesia dan dunia.

Dalam rangka menggumuli dan menghidupi misi GKMI Koinonia di atas, puji Tuhan selama dua tahun ini, Tuhan telah mengajar kami dalam banyak hal melalui proses pencarian tempat peribadatan yang baru dari Jl. Nginden Intan Timur B2-44 ke Jl. Kutisari Indah Raya 44 Surabaya, yang menurut rencana akan menjadi Koinonia Education Center dimana akan digunakan sebagai pusat pelatihan dan pendidikan khususnya SEED (School of Evengelism and Empowering Discipleship) dan Oasis English Course, maupun kursus-kursus sejenis di masa mendatang. Melalui proses pencarian, perenungan, belajar dari kesalahan, belajar tentang iman, penundukkan diri, kami semua diajar bahwa gereja adalah milikNya, gereja adalah tentang Dia, gereja adalah karyaNya yang sempurna di tengah-tengah jemaat yang tidak sempurna. Ya justru disinilah kami belajar banyak tentang kedaulatanNya yang sempurna, yang memanggil kami untuk bersekutu, mempertemukan kami dari berbagai tempat, latar belakang pendidikan, perbedaan pola pikir, dan kerinduan yang berbeda-beda menjadi satu kerinduan yaitu melakukan Firman dan KehendakNya, sebagai Sang Kepala Gereja.

Kini, proses pencarian dan pembelajaran tentang kedaulatanNya dalam gerejaNya sedang kami alami, dan puji Tuhan sampai disini Tuhan sudah menuntun kami, dari membeli rumah baru tersebut tahun lalu (Juni 2008) dan mulai merenovasinya pada tanggal 9 Desember 2009. Kini tempat baru itu hampir selesai (85%), namun pelajaran penting tentang kedaulatan dan misiNya bagi dunia belum sepenuhnya kami mengerti, karena tahap akhir renovasi (finishing) baru saja kami mulai. Artinya pergumulan itu masih ada dan akan ada. Bukan hanya sampai proses renovasi itu sendiri selesai dan kami akan menempatinya, namun justru kepada bagaimana kami akan terus tunduk kepada rencana-rencanaNya, kerinduan-kerinduanNya yang baru bagi dunia ini, bagaimana menyatakan kehadiran Allah di tengah-tengah komunitas baru dan bagaimana kami dimampukan untuk melakukan semua kerinduanNya menjadi kerinduan kami?

Kami kini berdoa, kiranya Tuhan terus memimpin kami, memperlengkapi kami dan pada akhirnya mengutus kami menjadi duta-duta kehadiranNya, kerajaanNya, kedaultan dan kasihNya bagi dunia yang terhilang, mulai dari pribadi demi pribadi, mewarnai keluarga demi keluarga, bahkan menjangkau masyarakat, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jawa Timur, Soe Kupang, Indonesia Timur bahkan dunia. Doakan agar pergerakkan misi kami adalah pergerakanNya yang menginspirasi, dan membangkitkan hidup sampai akhir. Hanya Dia yang berdaulat untuk memanggil, memperlengkapi, mengutus dan memakai gerejaNya demi kemuliaanNya. In order to grow, we need God as the Creator of Life;  in order to care, we need His Perfect Love to fill us;  and in order to reach others, we need to experience His Saving Hand, hand that reached the whole world, the broken world. It’s all about Him.

Salam perjuangan!

Christopher Andios

Tags:

One Response to “Memahami Kedaulatan Allah dalam GerejaNya”

  1. Lukas Fery Says:

    ^_^ Ciayo GBU

Leave a Reply